Pertama dalam 5 tahun, penjualan
Apple kalahkan Samsung
Setelah sempat tersendat, Apple kembali melaju. Untuk pertama
kalinya dalam lima tahun terakhir, iPhone berhasil menjadi ponsel terlaris di
dunia, mengalahkan pesaing berat mereka, Samsung.
Pada laporan kuartal pertama 2017 (periode Oktober-Desember 2016),
yang dirilis Selasa (31/1), Apple mengumumkan keberhasilan mereka menjual 78,29
juta unit iPhone --naik dari 74,78 juta pada periode yang sama tahun
sebelumnya--, yang menjadi rekor penjualan satu kuartal terbesar dalam sejarah
perusahaan tersebut.
Angka tersebut, mengutip perusahaan data teknologi Strategy
Analytics (h/t Reuters, 31/1), melebihi penjualan ponsel yang dibukukan
Samsung Electronics pada periode waktu yang sama, yakni 77,5 juta unit.
Lebih larisnya iPhone daripada Samsung ini terjadi untuk pertama
kalinya sejak kuartal keempat 2011.
Angka tersebut juga menunjukkan bahwa iPhone 7 dan 7 Plus, yang
mulai dijual pada September 2016, ternyata sangat laris di pasar. CEO Apple Tim
Cook menyatakan iPhone 7 Plus merupakan model yang banyak dicari.
Dominasi iPhone 7 ini juga sepertinya terbantu oleh masalah baterai
yang dialamiSamsung Galaxy Note 7.
Populernya iPhone 7 Plus --yang harganya lebih mahal-- membuat
pendapatan dari penjualan ponsel itu mencapai USD54,378 miliar (Rp726,6
triliun), sekitar 2/3 dari total pendapatan Apple sepanjang kuartal tersebut
yang mencapai USD78,351 miliar --juga sebuah rekor baru.
Pada kuartal tersebut, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS,
ini membukukan keuntungan bersih sebesar USD 17,8 miliar, seperti dikutip The Verge.
Harga saham Apple naik 3 persen saat laporan keuangan itu dirilis.
"Kami bersemangat untuk melaporkan bahwa hasil pada kuartal
liburan kami menjadi pendapatan kuartal terbesar dalam sejarah, dan memecahkan
banyak rekor. Kami menjual iPhone lebih banyak dari sebelumnya dan mencatatkan
rekor pendapatan terbesar untuk iPhone, Services, Mac, dan Apple
Watch," kata Cook dalam siaran pers Apple.
Pendapatan pada bisnis jasa, termasuk App Store, Apple Pay, dan
iCloud, naik 18,4 persen menjadi USD7,17 miliar. Mereka terbantu oleh
popularitas gim, termasuk Pokemon Go dan Super Mario Run, serta meningkatnya
pendapatan dari pelanggan.
Cook menargetkan pendapatan dari bisnis jasa tersebut naik dua kali
lipat dalam empat tahun mendatang.
Sementara itu, saat penjualan Apple di berbagai belahan dunia terus
meningkat, angka penjualan di Tiongkok justru menurun 12 persen, dari USD18,373
miliar pada kuartal pertama 2016 menjadi USD16,233 miliar.
Kenaikan penjualan tertinggi, 20 persen, terjadi di Jepang.
Menurut Telegraph, saat ini Apple memiliki uang kas USD246,1
miliar yang tersimpan di luar AS. Jika reformasi pajak yang dicanangkan
Presiden Donald Trump berjalan, Tim Cook menyatakan sebagian besar uang
tersebut bakal dibawa masuk ke AS.
"Saya pikir hal itu baik bagi negara dan juga baik untuk
Apple," kata Cook.
Untuk kuartal kedua 2017, Apple memasang angka moderat USD51,5
miliar hingga USD53,5 miliar sebagai target pendapatan, dengan margin
keuntungan antara 38-39 persen. Demikian dikabarkan Ars Technica.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar