Happy Cute Box Bear --> Blogger Widgets Happy Cute Box Bear

bintang

Rabu, 01 Februari 2017


Pertama dalam 5 tahun, penjualan Apple kalahkan Samsung

Setelah sempat tersendat, Apple kembali melaju. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, iPhone berhasil menjadi ponsel terlaris di dunia, mengalahkan pesaing berat mereka, Samsung.
Pada laporan kuartal pertama 2017 (periode Oktober-Desember 2016), yang dirilis Selasa (31/1), Apple mengumumkan keberhasilan mereka menjual 78,29 juta unit iPhone --naik dari 74,78 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya--, yang menjadi rekor penjualan satu kuartal terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.




Angka tersebut, mengutip perusahaan data teknologi Strategy Analytics (h/t Reuters, 31/1), melebihi penjualan ponsel yang dibukukan Samsung Electronics pada periode waktu yang sama, yakni 77,5 juta unit.
Lebih larisnya iPhone daripada Samsung ini terjadi untuk pertama kalinya sejak kuartal keempat 2011.
Angka tersebut juga menunjukkan bahwa iPhone 7 dan 7 Plus, yang mulai dijual pada September 2016, ternyata sangat laris di pasar. CEO Apple Tim Cook menyatakan iPhone 7 Plus merupakan model yang banyak dicari.
Dominasi iPhone 7 ini juga sepertinya terbantu oleh masalah baterai yang dialamiSamsung Galaxy Note 7.
Populernya iPhone 7 Plus --yang harganya lebih mahal-- membuat pendapatan dari penjualan ponsel itu mencapai USD54,378 miliar (Rp726,6 triliun), sekitar 2/3 dari total pendapatan Apple sepanjang kuartal tersebut yang mencapai USD78,351 miliar --juga sebuah rekor baru.
Pada kuartal tersebut, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS, ini membukukan keuntungan bersih sebesar USD 17,8 miliar, seperti dikutip The Verge.
Harga saham Apple naik 3 persen saat laporan keuangan itu dirilis.
"Kami bersemangat untuk melaporkan bahwa hasil pada kuartal liburan kami menjadi pendapatan kuartal terbesar dalam sejarah, dan memecahkan banyak rekor. Kami menjual iPhone lebih banyak dari sebelumnya dan mencatatkan rekor pendapatan terbesar untuk iPhone, Services, Mac, dan Apple Watch," kata Cook dalam siaran pers Apple.
Pendapatan pada bisnis jasa, termasuk App Store, Apple Pay, dan iCloud, naik 18,4 persen menjadi USD7,17 miliar. Mereka terbantu oleh popularitas gim, termasuk Pokemon Go dan Super Mario Run, serta meningkatnya pendapatan dari pelanggan.
Cook menargetkan pendapatan dari bisnis jasa tersebut naik dua kali lipat dalam empat tahun mendatang.
Sementara itu, saat penjualan Apple di berbagai belahan dunia terus meningkat, angka penjualan di Tiongkok justru menurun 12 persen, dari USD18,373 miliar pada kuartal pertama 2016 menjadi USD16,233 miliar.
Kenaikan penjualan tertinggi, 20 persen, terjadi di Jepang.
Menurut Telegraph, saat ini Apple memiliki uang kas USD246,1 miliar yang tersimpan di luar AS. Jika reformasi pajak yang dicanangkan Presiden Donald Trump berjalan, Tim Cook menyatakan sebagian besar uang tersebut bakal dibawa masuk ke AS.
"Saya pikir hal itu baik bagi negara dan juga baik untuk Apple," kata Cook.
Untuk kuartal kedua 2017, Apple memasang angka moderat USD51,5 miliar hingga USD53,5 miliar sebagai target pendapatan, dengan margin keuntungan antara 38-39 persen. Demikian dikabarkan Ars Technica.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar